Showing posts with label Motifasi. Show all posts
Showing posts with label Motifasi. Show all posts

Tuesday, September 15, 2015

Hadapilah Hidup Dengan Senyuman

Hidup memang susah untuk diprediksikan, terkadang susah terkadang mudah. Namun bukan berarti hidup itu susah terus ataupun mudah terus.

Jika hidup sedang mudah, maka hampir bisa dipastikan setiap orang tidak akan bermasalah jika dalam keadaan yang mudah dan kecukupan. Namun apa jadinya kalau hidup serasa tidak berpihak dengan kita? Wahai para jiwa pejuang, ingatlah hidup itu harus terus berjalan, jangan sampai kerasnya hidup membuat kita merasa down, serasa sempit dan serasa berat untuk dijalani. Apa yang harus kita lakukan jika kita dalam keadaan sulit? Tetap hadapilah, hadapilah apapun yang sedang kita hadapi, dalam kondidi sesulit apapun dalam hidup ini, hadapilah dengan kebesaran hati. Terus jalani, hadapi dan lakukanlah hal terbaik yang bisa dilakukan.

Yakinlah hidup itu terus berputar, yang akan terus berganti dan tidak akan selamanya di dunia ini kita akan mengalami masa sulit.

Hadapilah apapun keadaan dalam hidup, hadapilah dengan senyuman dengan kebesaran hati ini. Dan yakinlah dengan diiringi usaha semua akan berlalu.

Masalah adalah anugerah, masalah adalah masa pembelajaran bagi jiwa yang lemah untuk menjadi lebih tangguh dan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Jangan pernah lari dari masalah yang sedang dihadapi, hadapilah.

Hadapilah hidup itu dengan senyuman, tidak ada gunanya untuk mengeluh. Jangan pernah menyerah dan jangan pernah mundur. Hadapilah masalah dengan senyuman. Disitulah potensi diri kita akan terasah dengan sendirinya, disitulah saat terbaik agar kita mengeluarkan potensi diri terbaik kita.

Mari bangkit dari keterpurukan ini, bangkit dari kemalasan jiwa, bangkit dari kebodohan untuk terus belajar dalam hidup ini. Bangkit dari perasaan-perasaan yang melemahkan diri kita.

Apapun keadaan yang sedang kita alami, hadapilah.

Monday, August 31, 2015

Ternyata Bergaul Itu Penting Juga Loh

Saya sendiri orangnya cenderung lebih suka menyendiri dan terkadang cuek juga. Alasan saya suka menyendiri karena menurut saya lebih enak saja, lebih tenang, lebih bisa berpikir, dan intinya saya menikmati kesendirian saya.

Tetapi seiring dengan perjalanan waktu, karena keadaan membuat saya harus banyak bergaul. Nah dari kebiasaan bergaul, bertemu orang terkadang juga mendengar curhat orang lain, dan mendengar nasehat orang lain juga. Dari situlah saya baru menyadari kalau bergaul itu ternyata penting.

Ya, bergaul itu memang penting. Karena dengan bergaul kita bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman yang bermanfaat. Dari yang dulunya kita tidak tahu mengenai suatu hal, akhirnya kita jadi tahu. Selain ilmu baru, kita juga bisa mendapatkan pengalaman baru. Karena biasanya orang yang kita ajak bicara tidak sungkan untuk membagi pengalaman hidupnya untuk kita jadikan pelajaran tanpa kita harus mengalami sendiri pengalaman itu. Karena pada umumnya orang akan merasa senang jika mereka merasa dihargai dengan kita mendengarkannya. Apalagi kalau kita korek lebih jauh lagi dengan memunculkan pertanyaan-pertanyaan, biasanya mereka tidak sungkan untuk berbagi.

Selain menambah ilmu dan pengalaman baru, bergaul juga bisa membuat kita merasa lebih optimis, lebih bersyukur dan lebih bijak.

Kita merasa lebih optimis disaat perasaa kita sedang down, entah karena capek, banyak tekanan hidup, ataupun saat ditimpa masalah. Nah dengan kita mendengar pengalaman orang lain, terkadang saya sendiri merasa jadi lebih beruntung jika dibandingkan orang lain. Karena seburuk apapun keadaan kita ternyata masih banyak orang di luar sana yang lebih buruk dari pada keadaan kita. Dan kitapun sudah seharusnya merasa lebih bersyukur.

Selain menjadikan kita merasa bersyukur ternyata dengan bergaul, dalam hal ini bergaul dalam artian yang positif, bisa membuat kita lebih bijak. Kita merasa lebih bijak karena sering belajar dari pengalaman orang lain.

Demikianlah beberapa manfaat dari kita banyak bergaul. Namun jangan sembarangan kita bergaul, bergaullah dengan bijak dan selektif.

Semoga bermanfaat.




Wednesday, August 5, 2015

Tips Berani Ngomong di Depan Umum

Ini adalah pengalaman saya pribadi jadi hanya berdasarkan apa yang saya rasakan.

Pada dasarnya saya adalah seorang pemalu yang paling malas dan sangat takut jika harus tampil di depan umum atau orang banyak. Baik itu lomba, berpidato, menyampaikan pendapat ataupun mengajar. Karena saya sudah pernah mencoba itu semua.

Itu dulu, namun sekarang saya sudah lumayan berani dan dapat mengontrol diri sendiri kalau saya menghadapai situasi semacam itu.

Pada dasarnya untuk berani tampil di muka umum memang bukan perkara yang mudah apalagi kalau kita belum terbiasa. Pada umumnya ada perasaan-perasaan tidak enak yang biasa muncul dan sangat mengganggu seperti malu, tidak PeDe, gemetar, merasa cemas, berkeringat dingin, bahkan sampai bergetar salah satu anggota tubuh kita dan lebih parahnya lagi ngomongnyapun suaranya terkesan gemetar.

Sungguh tidak enak bukan rasanya kalau kita menghadapi kondisi seperti itu?

Orang bilang bisa karena biasa (termasuk salah satu prinsip hidup saya, he he) mungkin berlaku juga pada kondisi seperti ini karena memang susah kalau kita tidak terbiasa ngomong dan tampil di depan umum.

Memang kalau kita sudah terbiasa akan mudah saja melakukan suatu hal karena sudah menjadi rutinitas bahkan sudah menjadi pekerjaan utama kita contoh mudah saja misalkan Guru. Untuk seorang guru mudah saja untuk tampil dan ngomong didepan umum.

Bagi yang belum terbiasa tampil di depan orang banyak, berikut tips yang harus diperhatikan.

Pertama, camkan dalam hati kalau setiap orang itu sama jadi tidak ada gunanya kalau kita merasa takut. Toh nyatanya mereka juga tidak terlalu memperhatikan kok kalau kita sedikit salah tingkah dalam berbicara misalnya.

Jadi enjoy saja, santai saja.

Kedua, kontrol atau kendalikan gerak tubuh kita, jadi kendalikan setiap anggota tubuh kita. Karena kalau orang sudah gugup biasanya secara tidak sengaja tubuhnya akan bertingkah menggambarkan kegugupan kita. Jadi tahan dan kendalikan secara penuh.

Ketiga, ini yang cukup penting yaitu kendalikan ritme nafas kita, atur nafas kita agar ritme nafasnya normal. Tidak terlalu cepat dan tidak pula terlalu pelan. Kalau terlalu pelan bisa-bisa sesak nafas, hehe. Jadi kendalikan nafas kita.

Keempat, kuasai materi yang akan kita sampaikan. Jadi jangan sampai kita sudah rileks bisa menguasai keadaan tetapi materi yang akan disampaikan kita tidak menguasai. Dan berbicaralah mengalir apa adanya dan jangan dibuat-buat karena akan terkesan kaku.

Kelima, jujurlah kepada audience kita. Jujur katakan saja gugup kalau kita memang merasa gugup. Karena dengan mengatakan yang sejujurnya seperti itu justru ke-gugupan kita akan sedikit teratasi dan kita akan menjadi lebih santai.

Demikianlah sedikit pengalam saya bagaimana cara saya mengatasi rasa gugup dan perasaan macam-macam yang mengganggu pada saat berbicara di depan umum. Silakan praktekkan dan modifikasi sesuai keadaan Anda masing-masing.

Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Tuesday, July 28, 2015

Ingin Berwirausaha, Mengapa tidak

Sejak kecil saya tidak mempunyai cita-cita ingin menjadi apa nantinya kalau sudah besar. Bahkan sampai saya menginjak bangku SMA dan kuliahpun saya belum ada gambaran jelas di otak tentang tujuan hidup saya, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan.

Keinginan saya waktu itu yang penting saya bisa bekerja, apa saja yang penting bisa kerja dan dapat duit, sukur-sukur duitnya banyak. He..he..

Akhirnya sayapun bisa bekerja sesuai harapan saya, saya pernah bekerja di beberapa perusahaan berbeda dari sekedar coba-coba sampai menjadi sebuah tuntutan kebutuhan hidup.

Bekerja memang lebih baik dari pada menjadi pengangguran walaupun tekadang merasa ada sebuah paksaan karena tidak sesuai dengan harapan bahasa kerennya adalah passion.

Tetapi setelah merenung, dipikir-pikir, menjadi karyawan memang tidak enak menurut saya. Bayangkan saja kerja dari jam tujuh pagi pulang jam empat sore belum lagi kalau lembur bisa sampai pulang malam. Tetapi dengan gaji yang sudah ditentukan kisaran UMR/UMK. Jadi sekeras apapun kerja kita, bayarannya sudah dipatok sebatas itu. Huff...

Jadi waktu kita hanya habis di tempat kerja/kantor dan sedikit waktu yang dihabiskan dengan keluarga. Satu minggu liburnya hanya satu hari belum lagi kalau ada lembur.

Jadi bisa dikatakan waktu kita terikat. Belum lagi kalau bosnya tidak sesuai dengan hati kita, penuh dengan tekanan dan lebih menyebalkan lagi kalau dimarahi, ini salah, itu juga salah. Sebenarnya apa si yang diinginkan atasan?. Huff... lagi.

Dan masih banyak lagi hal-hal yang tidak mengenakkan menurut saya.

Itulah beberapa alasan yang membuat saya terinspirasi :) dan membuat saya ingin menjadi pengusaha tepatnya berwirausaha.

Bayangkan saja, waktu kita fleksible karena kita sendirilah yang mengatur waktunya. Mau masuk atau mau libur sesuai dengan kebutuhan. Tapi jangan libur terus nanti kapan majunya. Bisa menghabiskan waktu lebih untuk keluarga dan orang-orang dtersayang tentunya.

Tidak ada yang mengatur dan memarahi kita karena kitalah atasannya. Masa jeruk minum jeruk bos marahin bos. Kita juga mempunyai tanggung jawab penuh atas usha kita. Berbeda kalau saya jadi karyawan kadang ada perasaan yang penting kerja dapat duit, perusahaan mau maju atau tidak masa bodoh.

Untuk masalah uang, tentunya hitungannya bisa dapat gaji melebihi kerja kantoran kalau sudah berjalan dan sudah berkembang.

Demikianlah beberapa alasan yang mendasari mengapa saya saat ini mempunyai keinginan kuat untuk menjadi seorang pengusaha, apapun jenis usahanya bisa apa saja yang penting halal dan tidak merugikan orang lain.

Buat apa kita berebut dan bersaing untuk mencari pekerjaan (menjadi karyawan -red) yang jumlah pesaingnya semakin tahun semakin banyak? Kenapa kita tidak menciptakan lapangan kerja itu sendiri? Dan bukannya tidak mungkin kalau nantiny kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka yang membutuhkan.

Tulisan ini hanyalah fiksi curahan hati jadi mohon dimaafkan apabila ada satu, dua, tiga patah kata yang kurang berkenan. Semoga bermanfaat.

Monday, June 29, 2015

Menjadi Seorang Blogger Adalah Anugerah

Kata orang hidup adalah sebuah pilihan. Pilihan untuk menjadi apa diri kita dan hendak dibawa kemana hidup ini. Begitu juga dengan ngeblog. Menjadi seorang blogger adalah pilihan dan saya sendiri merasa beruntung dikenalkan dengan dunia blogging.

Kenapa saya merasa beruntung menjadi seorang blogger? Hal ini kerena saya terkadang merasa banyak orang diluar sana yang belum mengenal dunia bisnis online terutama tentang get money from blogging. Bahkan terkadang orang yang saya kenalkan tentang ngeblog dan potensi-potensi apa saja yang kita dapatkan dari ngeblog belum tentu mereka menanggapi ide itu dan mereka kurang antusias ketika saya memancing mereka tentang ide ngeblog itu sendiri.

Sebagai contoh ketika saya ada teman baru dan sudah enak untuk diajak mengobrol dan setelah sudah terbiasa akrab dengan pembicaraan-pembicaraan terkadang saya arahkan pembicaraan mengenai usaha sampingan dari dunia online dan beberapa cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari internet dan itu semua terkadang hanya sebatas pembicaraan biasa saja jadi saya menyimpulkan bahwa teman saya itu belum ada minat.

Maka dari itulah saya sendiri harus mensyukuri itu semua. Bersyukur tentang pengetahuan yang saya tahu walaupun hanya sedikit dan itu juga belum semua saya praktekkan. Walaupun sampai sekarang saya belum bisa apa-apa dan belum mendapatkan apa-apa dari yang sekarang saya perjuangkan namun saya yakin suatu saat nanti saya akan berhasil menjadi apa yang saya cita-citakan.

Demikianlah sekelumit tentang curahan isi hati ini dan saya berharap dengan begitu akan menjadi motivasi saya untuk terus berjuang dan terus belajar untuk menjadi lebih baik.

Friday, March 27, 2015

Menjalani Kerasnya Hidup

Menurutku hidup memang tidak mudah perlu perjuangan dan kesabaran untuk menjalaninya. Bisa dibilang hidup itu keras.

Kenapa hidup itu keras? Karena tidak ada yang namanya serba instan di dunia ini. Semua perlu proses. Proses itu di dalamnya termasuk perjuangan dan usaha. Diperlukan usaha dan kerja keras untuk mencapai sesuatu dalam hidup.

Ada beberapa hal yang harus kita persiapkan untuk mencapai tujuan atau yang biasa disebut dengan sukses. Planing, disiplin, kerja keras dan tidak mudah menyerah.

Ada orang yang harus rela tidur larut malam untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Mereka rela melakukan hal-hal yang sulit dilakukan namun tidak menyerah hingga tercapailah apa yang mereka inginkan.

Sudahkah kita bekerja keras?
Sudahkan kita membiasakan diri dengan disiplin yang tinggi?
Sudahkah kita tidak menyerah terhadap rintangan yang menghadang dan menghalangi kita?

Ingatlah, untuk sukses tidak cukup hanya berfikir dan berhayal tanpa adanya usaha. Tidak cukup hanya santai-santai menjalani hari-hari dan berharap sukses akan datang dengan sendirinya. Tiada kemenangan tanpa pengorbanan. Sudahkah kita berkorban untuk mencapai kemenangan?

Friday, January 11, 2013

Pentingnya Fokus dalam Ngeblog

pentingnya fokus dalam ngeblog
Sumber : momentslater.blogspot.com
Setiap pilihan akan selalu ada konsekuensinya, ingin sukses harus kerja keras, ingin pintar harus rajin belajar. Begitu juga dengan ngeblog untuk tujuan make money online, pastinya ada konsekuensinya.

Tapi di sini saya tidak akan membahas banyak konsekuensi sebagai seorang blogger. Tetapi saya akan mengingatkan tentang pentingnya fokus dalam ngeblog sebagai salah satu konsekuensi seorang blogger.

Saya teringat akan masa kecil saya yaitu permainan dengan kaca pembesar.

Permainannya adalah meletakkan kaca pembesar di atas plastik hitam di bawah sinar matahari. Setelah beberapa detik plastiknyapun terbakar. Ya, plastik itu pun terbakar karena terkena sinar matahari yang difokuskan oleh kaca pembesar.

Dari permainan tersebut bisa disimpulkan tentang pentingnya fokus.

Tidak hanya berlaku di alam tetapi berlaku juga di kehidupan kita sehari-hari.

Kembali ke masalah ngeblog, apapun bisnis online yang kita tekuni semuanya tidak jauh beda. Kita bisa sukses asalkan kita bisa fokus. Salah satu penyebab utama seorang blogger gagal dalam make money blogging adalah karena tidak fokus. Ini bisa terjadi karena adanya informasi yang terlalu melimpah yang bertebaran di jagad maya (dunia online) sehingga kita bingung bagaimana harus memulai.

Ketika kita sedang belajar satu bidang, tiba-tiba tidak sengaja kita menjumpai dan membaca artikel tentang cara menjadi ini dengan cara langkah mudah atau informasi-informasi yang sejenisnya.

Ini tidak terjadi pada Anda saja, tetapi saya yakin banyak blogger yang mengalami hal serupa begitu juga saya pada awal-awal memulai ngeblog. Tetapi tidak usah berkecil hati karena ini adalah peristiwa alamiah yang dapat menimpa siapa saja bila menjumpai keadaan demikian.

Maka dari itu, mulailah belajar untuk fokus pada satu bidang sampai kita anggap cukup berhasil, setelah itu bolehlah kita bisa mengembangkan sayap kita untuk menekuni bidang yang lain.

Jadi, apapun bisnis online yang anda tekuni, mulai sekarang fokuslah, fokus pada apa yang memang kita ada minat dan passion pada bidang itu.

Salam blogger.