Showing posts with label Pengalaman. Show all posts
Showing posts with label Pengalaman. Show all posts

Sunday, August 28, 2016

Pengalaman Kena Tipu Lewat Telfon

Di jaman sekarang banyak model penipuan dengan bermacam kedok. Tapi kedoknya apa saja saya juga kurang tahu karena saya bukan penipu.

Tapi ini adalah salah satu bentuk penipuannya yang saya tahu karena saya sendiri pernah mengalaminya, namun disini saya bukan sebagai pelaku tapi saya sebagai korban.

Kejadiannya waktu itu ketika saya dalam perjalanan mengendarai sepeda motor tiba-tiba hp saya bergetar pertanda ada panggilan masuk. Karena nomor baru yang nelpon jadi saya tidak tahu itu dari siapa, dan saya angkatlah hp saya. Kemudian terjadilah percakapannya.

Mister x: "hallo.."

Saya: "ya hallo.. ini dengan siapa ya?"

Mister x: "ini dari kepolisian, apakah anda punya saudara di Jakarta?"
(Sepontan saya langsung terpengaruh karena saya berpikir itu dari kepolisian jadi saya tidak berani bicara yang macam-macam dan yang membut saya percaya kalau itu dari pihak kepolisian karena gaya bicaranya yang menurut saya nada seorang polisi)

Saya: "iya saya punya adik yang sedang bekerja di jakarta" (waktu itu saya masih di desa tepatnya di Kabupaten Banjarnegara) "ada apa ya..." (tanya saya penasaran, dalam hati saya berpikir, dari kepolisian terus menanyakan kepastian kalau saya adalah kakaknya, disitu saya langsung panik sehingga tidak bisa berpikir jernih dan seolah saya terbawa ke perangkap tipuannya yang menurut saya cukup pandai tentang psikologi)

Saya: "adik saya si fulan ya.."(tanpa sengaja saya sebutkan namanya tanpa memastikan dulu siapa nama adik saya)

Mister x: "iya.. begini.. jadi adik saudara habis kecelakaan dan menabrak orang sampai mati dan untuk sementara kami tahan dan pihak si korban ingin meminta kepastian kalau saudara bersedia bertanggung jawab"

Saya: "ya pak saya akan bertanggung jawab. Tapi bagaimana caranya pak?"

Mister x: "tapi ini harus cepat, ini soalnya pihak korban minta kepastian segera karena kalau tidak adik saudara akan dipenjara"

Saya: "boleh saya bicara sebentar pak dengan adik saya?"

Mister x: "maaf saudara, untuk saat ini belum bisa karena situasinya seperti dan pihak korban ingin cepat ada kepastian"

Saya: "waduh gimana ya pak.. apa yang harus saya lakukan"

Mister x: "begini saja, karena ini harus cepat dan kalau terlambat adik saudara bisa masuk penjara, sekarang begini saja. Apakah saudara dekat konter pulsa? Ok sekarang saudara transfer pulsa dulu sebanyak 200 ribu (saya agak lupa nominalnya karena kejadiannya sudah cukup lama) sebagai jaminan kalau anda bersedia bertanggung jawab".

Saya: "oh..eh..bentar". (langsung saya matikan telfonnya, kemudian karena disitu disebutkan tentang transfer pulsa, saya sedikit tersadar dan mulai berpikir tentang keadaan ini kemudian saya langsung cek dan segera saya kontak adik saya lewat hp ternyata tidak ada apa-apa dan menandakan kalau semua baik-baik saja. Baru saya tersadar kalau saya sedang kena tipu. Huff.. saya menghela nafas lega.

Walau nomor yang tadi nelfon lagi langsung saya matikan.

Itulah pengalaman saya yang benar-benar pernah saya alami hampir kena tipu. Mungkin ilustrasi percakapannya tidak sama persis dengan kejadiannya tapi kurang lebih seperti itu karena kejadiannya sudah cukup lama.

Semoga dengan kejadian ini bisa menjadi pelajaran khususnya buat saya dan teman-teman sekalian agar lebih berhati-hati dalam setiap kondisi dan keadaan. Karena banyak sekali model penipuan dengan berbagai macam jenisnya.

Selalulah berhati-hati serta bertindak dan berpikirlah dengan tenang dalam situasi sesulit apapun. Dan yang terpenting adalah berdoa selalu sebelum melakukan kegiatan apapun.

Sekian apa yang bisa saya sharing kali ini semoga bermanfaat.

Thursday, November 19, 2015

Pengalaman Menjadi QC di Perusahaan Pembuatan Bulu Mata

Ini adalah pengalaman saya waktu menjadi seorang QC (Quality Control) di salah satu perusahaan pembuat bulu mata.

Berawal dari keinginan mencari kerja baru karena pekerjaan yang lama kurang mencukupi maka saya pun berusaha mencari pekerjaan baru entah bagaimana ceritanya saya bisa masuk ke PT pembuatan bulu mata. Tepatnya di kabupaten tempat saya tinggal.

Waktu itu saya melamar kerja dan hari itu pula saya langsung interview dan langsung diterima kerja kebetulan sedang dibutuhkan seorang QC. Dan akhirnya saya diterima bekerja di sana.

Tugas Seorang QC

Menjadi seorang QC sebenarnya tidak terlalu sulit karena tugas utamanya hanya mengecek, memeriksa produk agar sesuai dengan standar pada umumnya. Jadi bisa dikatakan - memastikan supaya produk yang diperiksa oleh QC sudah pas dan tidak ada kerusakan. Jadi memang dituntut supaya teliti sedetail mungkin dan cepat.

Karena waktu itu tugas saya adalah memeriksa bulu mata maka kerjaan saya hanya memeriksa bulu mata supaya siap untuk dikirim. Awal-awal menjadi QC saya diajari mengenai kesalahan pengerjaan yang bisa ditoleransi ataupun yang harus diperbaiki lagi pengerjaannya.

Sebelum memulai bekerja biasanya para QC berkumpul untuk evaluasi mengenai hasil kerja hari kemarin dikoreksi oleh QA mengenai kesalahan yang terlewatkan oleh QC. Meliputi siapa yang salah dan kesalahan apa yang telah dilakukan. Selain mengevaluasi, dibahas juga mengenai pekerjaan yang akan dikerjakan dan hal-hal yang perlu diperhatikan supaya tidak terjadi kesalahan.

Itulah masa lalu, hanya bisa saya kenang dan semoga dengan mengenang masa lalu bisa membuat saya menjadi lebih mensyukuri apa yang sekarang menjadi profesi saya.

Saturday, September 12, 2015

Gimana Rasanya Naik Pesawat Terbang

Mungkin bagi sebagian orang yang belum pernah naik pesawat terbang bertanya-tanya dalam hati. Seperti saya yang kadang bertanya-tanya dalam hati seperti apa sih rasanya naik pesawat terbang dan bagaimana rasanya berada di ketinggian. Jujur saja saya adalah orang desa yang jauh dari fasilitas kota jadi kadang suka penasaran dengan hal-hal yang tidak ditemui di lingkungan desa salah satunya adalah naik pesawat terbang. Jadi ini adalah pengalaman yang cukup berkesan bagi saya.

Waktu saya masih kecil, dulu ketika ada suara pesawat sedang terbang terdengar dari dalam rumah buru-buru saya bergegas keluar rumah menuju ke halaman dan langsung saya pandangi langit dan mencari dimana arah suara pesawat yang berdengung di ketinggian itu. Setelah terlihat sesosok pesawat yang nampak begitu kecil, saya pandangi dan saya ikuti kemana arah peswat itu bergerak, semakin lama semakin menjauh dan akhirnya menghilang dan hanya terdengar suaranya saja.

Tapi sekarang kesampaian juga rasanya naik pesawat terbang. Alasan saya naik pewawat terbang bukan karena ingin memenuhi rasa penasaran saya, tetapi memang karena kebutuhan untuk transportasi jarak jauh antar pulau agar tidak menghabiskan waktu terlalu lama jika menggunakan alat transportasi yang lain seperti kapal laut. Namun untuk transportasi kapal laut saya sendiri belum pernah mencoba jadi belum tahu bagaimana rasanya naik kapal.

Saya lanjutkan ceritanya. Alasan saya naik pesawat terbang karena saya harus merantau mencari pekerjaan ke luar pulau Jawa, yaitu ke pulau Kalimantan. Saya berangkat dari rumah pada pagi hari dan mengendarai travel menuju ke bandara di Semarang, nama bandaranya saya lupa. Saya berangkat dari rumah sekitar pukul 04.00 pagi karena mobil yang saya naiki mampir kesana kemari untuk menjemput penumpang yang lain, akhirnya saya sampai di bandara Semarang sekitar pukul 10.00 pagi dan langsung saya menuju ke bandara.

Karena belum pernah melakukan penerbangan sebelumnya jadi di bandara saya sempat bingung juga harus mulai dari mana dan harus bagaimana. Tapi untunglah karena waktu itu saya tidak sendirian jadi saya hanya mengikuti apa yang dilakukan teman saya. Saya berusaha untuk tenang waktu itu supaya suasana lebih enak dan tidak kelihatan saya adalah orang awam yang baru pernah ke bandara. Karena tiketnya sudah dipesankan lebih dulu oleh teman saya, maka kami hanya tinggal bayar saja. Setelah diperiksa oleh petugas semua barang bawaan saya, sampailah saya menuju ke ruang tunggu pesawat sambil memandangi lalu lalang pesawat yang pulang pergi, karena ruangan luarnya kaca jadi saya bisa melihat ke luar melihat langsung dari dekat bagaimana rupa pesawat itu.

Setelah sekitar satu jam menunggu akhirnya pesawat kami pun datang dan sesuai dengan jadwal keberangkatan yang tertera di papan pengumuman di dinding. Nama pesawatnya adalah Kalstar, mungkin kapal spesialis transportasi ke kalimantan.

Dimulailah saya menuju ke tangga menaiki pesawatnya dengan perasaan sedikit takut, namun agak takjub juga karena tidak menyangka bisa naik pesawat. Saya duduk di urutan kursi nomor dua dari depan dan di bilik kiri. Tapi tidak duduk tepat di sebelah jendela karena di kiri saya sudah ada penumpang lain. Setelah semua penumpang siap dan menempati tempat duduk masing-masing, siaplah penerbangannya. Setelah semua siap, sebelum pesawat lepas landas, berdirilah seorang pramugari yang cantik dan berdiri di depan untuk memperagakan hal-hal yang penting untuk diperhatikan, si pramugari itu memperagakan jika terjadi situasi darurat, diantaranya adalah jika kehabisan oksigen, dan bagaimana memakai sabuk pengaman dan jaket pelampung. Pramugari itu hanya memperagakan suara pramugari lain yang berbicara di belakang. Pramugarinya berbicara dalam dua bahasa yang pertama dengan bahasa indonesia dan diulangi dengan bahasa inggris.

Sudah selesai semua, saatnya terbang. Ketika mulai terbang yang saya rasakan hanya suara pesawat dan saya merasa pesawatnya mulai naik seperti saat menaiki tanjakan. Ketika sampai di ketinggian saya tidak merasa sedang naik pesawat yang berjalan karena saya hanya merasa duduk di pesawat yang diam dan ditemani dengan bunyi pesawat saja. Jadi saya tidak merasa sedang berada di pesawat yang sedang melaju karena saya seperti tidak dalam keadaan sedang melaju. Jadi seperti statis. Namun sesekali saya merasa pesawatnya bergelombang (graduk... graduk...) mungkin pesawatnya menabrak awan kali yah? Sesekali saya melirik ke arah jendela dan berharap ada pemandangan disana, tetapi yang saya lihat hanya awan putih saja, seperti berada di dalam kabut putih yang menghalangi pandangan. Namun jika pesawat mulai turun saya bisa merasakannya seolah-olah mau jatuh bebas, tapi ternyata tidak karena turunnya terasa pelan namun pasti.

Di dalam pesawat juga masing-masing penumpang diberi snack dan minuman, kebetulan saya juga belum makan dari tadi. Sambil menikmati hidangan saya juga sesekali melihat penumpang lain dan melihat ekspresi wajah mereka, tapi sepertinya mereka merasa biasa-biasa saja seperti sedang naik bis.

Lama perjalanan terbangnya sekitar satu jam dan sampailah saya di pulau Kalimantan dan mendarat di bandara Pangkalan Bun di Kalimantan Tengah. Sebelum mendarat saya bisa melihat dari jendela lautan dan daratan Kalimantan. Memang benar dari ketinggian itu nampak daratan yang luas yang ditumbuhi pepohonan hutan dan sawit. Bayangan saya Kalimantan itu masih hutan sebagian besar wilayahnya, tetapi tidak melulu hutan karena sebagian wilayahnya sudah banyak dimanfaatkan untuk penanaman pohon sawit.

Setelah pesawat sampai, saya pun turun menuruni tangga pesawat dan menuju bandara tidak lupa sayapun ke ruang tunggu untuk menunggu datangnya barang bawaan saya termasuk tas besar berisi pakaian. Semua barang-barang itu berada di atas meja yang permukaan pinggirnya berjalan dan keluar dari bilik tembok yang bertirai dan saya menanti kemunculan tas saya. Mana ini kok belum nongol-nongol tas saya (ujar saya dalam hati).

Selesai sudah perjalanan saya naik pesawat pertama kali, ada sedikit rasa takut juga kalau-kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi misalnya pesawat jatuh dan hal-hal negatif lainnya. Tapi Alhamdulillah semuanya baik-baik saja. Dan saya merasa senang juga karena bisa naik pesawat.

Demikianlah pengalaman yang bisa saya share bagaimana rasanya naik pesawat terbang pertama kali. Semoga bisa bermanfaat dan bisa menjadi bekal bagi teman-teman yang tentunya mungkin merasa khawatir dan takut untuk naik pesawat.

Baca juga:
Kehidupan merantau di Kalimantan
Macam-macam pekerjaan di dunia sawit Kalimantan

Sunday, August 23, 2015

Mencari Topik atau Niche Untuk Mudah Ngeblog

Awal mula saya memulai ngeblog, saya sungguh merasa bingung saat itu. Yang menjadi kendala untuk memulainya adalah saya sukar menemukan sebuah ide mengenai topik blog yang akan saya pilih. Karena saya hanya ikut-ikutan waktu itu. Ketika melihat orang lain sukses dengan blog tentang tema tertentu saya pun ingin menirunya.

Nah disinilah terkadang saya merasa sedih, hehe. Karena ketika saya ikut-ikutan membuat blog tentang tema yang saya sendiri belum bahkan tidak menguasainya saya merasa kesulitan untuk membuat artikel untuk update blog saya. Seperti yang saya pelajari bahwa artikel adalah kunci utama kesuksesan sebuah blog, conten is the king katanya. Jadi fokus selanjutnya adalah bagaimana bisa update konten secara kontinyu agar blognya manjadi membesar dan berharap bisa sukses.

Nah disinilah permasalahan yang saya hadapi, kesulitan membuat artikel. Bagaimana mungkin saya bisa membuat artikel secara mendalam dan menyeluruh mengenai tema tertentu kalau saya sendiri saja tidak menguasainya? Sangat sulit tentunya apalagi untuk pemula seperti saya.

Maka sayapun berpikir terbalik. Yaitu tidak memulai sebuah blog dari permintaan, dari apa yang dicari orang, tetapi memulai membuat blog dimulai dari diri saya sendiri. Yaitu fokus pada apa yang menjadi kesukaan saya, apa yang menjadi fokus kemampuan saya. Intinya adalah dari apa yang saya bisa. Menjadi diri saya sendiri tidak ikut-ikutan dengan cara orang lain.

Karena setiap orang itu unik. Setiap orang punya ciri khas masing-masing dan setiap orang mempunyai skill masing-masing. Disitulah kita bisa menjadi unik. Bukankah yang kita perlukan adalah artikel yang unik?

Enaknya Membuat Artikel

Ketika saya menulis tentang artikel yang saya kuasai, maka saya merasa mudah saja untuk menuliskannya karena berasal dari hati dan pikiran saya, ibaratnya seperti air mengalir. Jadi enak saja untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan. Tidak perlu berpikir njrimet, tak perlu berpikir jauh-jauh karena menuliskan sesuatu yang saya bisa. Sesuatu yang menjadi keahlian saya. Sesuatu yang membuat saya menjadi unik. Disitulah inti dari membuat blog.

Tetapi apabila saya membuat artikel yang bukan menjadi keahlian saya, maka sulit sekali membuatnya.

Bukankah tujuan blogging adalah berbagi ilmu dan pengalaman yang bermanfaat? Maka kalau uang adalah salah satu tujuannya, kalau kita serius InsyaAllah uang akan mengalir dengan sendirinya. Tentunya dengan beberapa metode monetise yang akan kita ambil.

Intinya apabila kita akan membuat sebuah blog, ingatlah apa-apa yang kita suka, apa yang kita bisa, apa yang menjadi keahlian kita. Apabila kita sudah menemukan kesukaan kita, bakat kita, maka untuk mempertajam bakat itu hanya perlu mengasahnya dengan belajar lagi dan mencari referensi. Maka kita pun akan menguasai secara maksimal apa yang menjadi skill kita dengan berjalannya waktu.

Happy Blogging.

Thursday, August 13, 2015

Pengalaman Jualan Saat Sekolah SMA

Tujuan utama seorang siswa sekolah adalah untuk belajar. Begitupun saya, tujuan saya sekolah adalah untuk belajar. Selain belajar pelajaran sekolah pada umumnya, saya juga belajar untuk bertahan hidup hehe, yaitu belajar berdagang alias jualan. Yaitu berjualan jajan anak sekolahan ke teman-teman sekelas dan di luar kelas alias kelas tetangga.


Awal mula saya berdagang karena pada waktu itu saya diarahkan oleh salah seorang guru saya, dia adalah salah satu guru inspirator saya. Terimakasih Pak Guru.

Pertamanya saya sama sekali belum terpikirkan untuk berdagang di sekolahan, maklum karena pada dasarnya saya orangnya pemalu. Boro-boro untuk jualan, untuk maju didepan kelas ditunjuk oleh guru saat belajar saja saya takutnya minta ampun karena malu. Tetapi setelah proses berpikir yang cukup lama dan beberapa pertimbangan, akhirnya saya memberanikan diri untuk jualan di kelas. Ya itung-itung buat tambahan uang jajan, karena saya termasuk berasal dari keluarga yang pas-pasan bahkan bisa dikatakan kurang mampu.

Faktor lain yang membuat saya berani memutuskan untuk memulai jualan karena ada salah satu teman saya juga yang sudah memulai jualan. Jadi saya merasa ada teman yang seprofesi. Dan saya bisa belajar juga darinya.

Perjuangan Awal

Untuk memulai sesuatu memang biasanya terasa amat berat pada awalnya, memulai apa saja. Terlebih memulai sesuatu yang kita sama sekali belum pernah melakukan hal itu sebelumnya. Itu juga yang saya rasakan pada awal saya akan berjualan di sekolahan. Tetapi kalau sudah terbiasa lama kelamaan akan mudah saja untuk melakukannya.

Perasaan takut, malu sama teman-teman satu kelas sampai satu sekolahan. Saya masih bisa membayangkan waktu itu saat saya merasa gugup, grogi, tidak percaya diri, salah tingkah dan bingung apa yang harus saya lakukan. Betul-betul merasa seperti mengalami masa tersulit dalam episode kehidupan.

Namun beruntunglah saya bisa melewati itu semua. Satu, dua, tiga kali dan berkali kali melakukan hal itu lama-lama terbiasa juga. Terbiasa bukan berarti tidak adanya rasa malu, tetapi terbiasa menahan rasa malu.

Proses Berjualan di Sekolah

Untuk berjualan, saya biasanya berangkat lebih awal dari rumah untuk mampir ke pasar. Beruntung pasarnya tidak terlalu jauh dari sekolahan dan letaknya satu jalur ke arah sekolahan saya. Di pasar saya berbelanja barang dagangan yang akan saya jajakan di kelas saya. Biasanya jajan anak sekolah dari mulai snack sampai minuman ringan. Untuk jumlahnya tidak terlalu banyak karena selain susah untuk membawanya juga saya targetkan sehari habis kalau tidak ya minimal sisa sedikit. Sisanya untuk tambahan stok hari esok. Kalu tidak, terkadang saya makan sendiri kalau sekiranya makanan itu jenis makanan yang cepat basi yang tidak mungkin saya jual lagi.

Pada waktu itu kendaraan saya untuk berangkat sekolah adalah sepeda ontel. Itu juga yang saya gunakan untuk membawa barang dagangan saya ke sekolah. Dan kebanyakan teman-teman saya menggunakan sepeda motor.

Pernah suatu ketika saya jatuh dari sepeda karena tidak seimbang muatan saya dan terjatuhlah barang dagangan saya sampai ada beberapa minuman yang saya bawa pecah.

Suasana di kelas

Pernah beberapa kali juga saya terlambat saat masuk kelas saat guru saya sudah mulai mengajar dan saya baru masuk dengan membawa barang dagangan saya yang saya bungkus dengan plastik dan ada juga yang masih pakai kardus. Malu sekali memang rasanya. Tapi untunglah guru saya sudah mengetahui profesi saya.

Waktu untuk jualan biasanya saat bell istirahat berbunyi dan saya menggunakan wadah kardus yang saya isi dengan aneka macam jajan. Saya menjajakannya ke teman sekelas saya. Nah setelah dirasa cukup saya melanjutkan berkeliling dengan kardus saya ke kelas-kelas sebelah karena pada waktu itu satu kelas terdiri dari beberapa sub kelas. Bisa diibaratkan seperti pedagang asongan. Jajan... jajan... jajan... itulah kalimat yang biasa saya gunakan untuk merayu para pembeli. Setelah dirasa cukup sepi barulah saya kembali ke kelas untuk istirahat dan menunggu bell masuk berbunyi. Agak capek memang.

Capek dan merepotkan memang dengan hasil yang tidak seberapa tapi untuk ukuran seorang siswa itu sangat berarti.

Tantangan Saat Jualan Di Sekolah

Untuk kendala pada awal-awal bisa dikatakan tidak ada tantangan yang berarti selain harus tebal muka. Tetapi setelah berlangsung cukup lama aksi saya itu tercium juga oleh pihak kantin yang mungkin merasa tersaingi dan merasa dirugikan.

Akhirnya saya dan teman saya yang jualan dipanggil pihak Guru BP mengenai masalah jualan. Dan kami dilarang jualan di sekolahan. Alasannya karena jualan dianggap tidak layak dilakukan seorang siswa dengan alasan dikawatirkan seperti pasar dan sampah yang sembarangan. Alasan yang menurut saya tidak masuk akal dan saya anggap itu adalah membunuh kreatifitas siswa. Bahkan siswa SMK yang jurusan tertentu saja ada yang disaratkan untuk praktek jualan. Akhirnya kamipun dilarang tidak boleh jualan lagi di sekolahan.

Okelah untuk sementara saya stop dulu jualannya untuk sementara waktu. Ketika dirasa cukup aman akhirnya saya dan teman sayapun memulai jualan lagi tetapi secara diam-diam dan sekedarnya.

Mungkin hanya itu sedikit pengalaman saya bagaimana saya berjualan saat sekolah SMA. Saya mulai waktu kelas satu dan semester dua kalu tidak salah.

Banyak suka duka saya alami, tetapi saya juga merasa bersyukur diberi kesempatan untuk melakukan itu. Banyak hal yang saya dapatkan dan pelajari dari berjualan di sekolah. Belajar bagaimana susahnya mencari uang, belajar untuk berani melakukan sesuatu yang benar walau ada tantangannya, belajar berwirausaha dan lain-lain.

Demikian, semoga bermanfaat. Mari berwirausaha.

Wednesday, August 5, 2015

Ini Dia Macam-macam Pekerjaan di Sawit Kalimantan

Bagi Anda yang berniat merantau ke Kalimantan dan ingin bekerja di sana simak ulasan saya berikut ini.

Walaupun tidak saya paparkan pekerjaannya secara mendetail tetapi hanya secara garis besarnya saja, namun mewakili kesemuanya.

Salah satu alasan yang pasti seseorang ingin merantau ke Kalimantan adalah adanya dorongan untuk bertahan hidup dan berharap bisa hidup lebih makmur alias mapan. Biasanya salah satu pemicunya juga karena mungkin ada teman atau sanak saudara atau bisa juga tetangga yang sudah lebih dulu merantau dan hidup di sana cukup lama dan bisa dibilang betah alias sukses.

Jadi dia merasa ingin seperti itu juga. Ingin sukses seperti mereka, bahkan kalau bisa lebih berhasil seperti mereka. Apakah itu salah? Ya sah-sah saja dan boleh-boleh saja.

Baik langsung saja saya mulai ceritanya.
 
Saya di Kalimantan sudah cukup lama sekitar sepuluh bulan, ya bisa dibilang hampir satu tahun. Tepatnya di Kalteng mungkin lebih dekat dengan area sampit. Di kalimantan bisanya pekerjaannya berkaitan dengan dunia per-sawitan jadi kebanyakan posisi-posisi pekerjaannya seputar pengelolaan perkebunan sawit.

Dari pada mungkin Anda penasaran langsung saja berikut adalah macam-macam pekerjaan yang ada di Kalimantan. Saya urutkan dari mulai level bawah.

1. Pemanen

Seperti namanya pemanen tugas utama adalah memanen buah sawit yang sudah masak dari pohonnya secara langsung.

Teknisnya biasanya mengambil/menjatuhkan buah sawit dan membawanya ke tempat pengumpulan buah biasanya ke tepi jalan kebun hingga nantinya dimuat oleh pemuat.

Peralatan yang dipakai biasanya 1) egrek atau dodos (egrek untuk sawit yang tinggi, dodos untuk sawit yang masih rendah), 2) Angkong untuk membawa sawit ke TPH (tempat pengumbulan buah), 3) kapak digunakan untuk memotong pangkal buah sawit yang sudah di jatuhkan dari pohon.

2. Pembrondol

Pembrondol tugasnya adalah mengutip atau mengambil brondolan yang berjatuhan setelah dipanen, karena setelah biasanya otomatis buah yang matang akan rontok karena dijatuhkan.

Peralatan utama yang digunakan adalah angkong, wadah berupa karung dan perlengkapan untuk mengumpulkan dan mengambil brondolan ke wadah (angkong). Setelah terkumpul banyak maka dibawa ke TPH.

3. Supir dan Pemuat

Supir biasanya pasangannya dengan pemuat, tugas utama adalah memuat sawit yang sudah dipanen dan terkumpul di kebun untuk selanjutnya di bawa ke pabrik pengolahan sawit.

Alat angkutnya biasanya truk muatan. Dan untuk pemuatnya berupa gancu untuk menaikkan sawit ke atas bak truk.

4. Kerani Buah

Kerani buah atau kerani kebun biasanya tugasnya berkaitan dengan data buah. Jadi tugasnya mencatat perolehan buah para pemanen. Data tersebut nantinya dilaporkan ke kantor divisi.

Yang paling penting sebagai kerani adalah keakuratan data dan berlaku adil jadi tidak memanipulasi data karena kaitannya dengan perhitungan hasil jerih payah pekerja.

5. Mandor Kebun

Tugas seorang mandor di perkebuan sawit adalah mengawasi jalannya proses para pekerja dengan tujuan sesuai dengan prosedur dan target yang sudah di canangkan oleh atasan.

Menjadi mandor bukan berarti harus galak, tetapi yang terpenting adalah tegas dan bijaksana mengatur anak buahnya. Ibaratnya mungkin seperti pemimpin regu.

6. Mandor Satu

Adalah mandor yang mengepalai beberapa mandor kebun. Istilahnya mandornya mandor. Biasanya gajinya lumayan gede.

7. Asisten Kebun

Asisten kebun adalah tangan kanan dari Manager Kebun yang bertugas melaksanakan agenda dari manager. Asisten ini biasanya wilayah kerjanya mencakup satu divisi. Jadi pada perkebunan sawit ada beberapa estate dan tiap estate ada beberapa divisi.

Jadi bisa dikatakan jumlah tenaga kerja di perkebunan sawit yang dikelola oleh perusahaan lumayan banyak. Peluang masih terbuka lebar.

8. Manager Kebun

Manager kebun tugasnya adalah memanage atau mengatur keseluruhan kebun jadi sebagai pemimpin dalam satu wilayah kebun. Area cakupannya biasanya dalam satu estate/kebun.

Untuk gajinya jangan ditanya lagi pokoknya gede banget lah. Selain fasilitas-fasilitas seperti mobil dll.

Ok, saya cukupkan dulu pembahasan mengenai jenis pekerjaan yang ada di perkebunan sawit Kalimantan. Tentunya dengan mengerti dunia sawit kita tahu kalau peluang masih terbuka lebar bagi yang ingin bekerja dan berkarir di dunia sawit.

Untuk pendapatan/gaji menurut saya bisa dibilang cukup lumayan untuk perantau. Untuk UMR/UMK Kalimantan sendiri per 2015 sekitar dua juta sekian. Itu baru gaji pokok, biasanya selain gaji pokok masih ada tambahan berupa premi. Premi ini tiap pekerja berbeda-beda.

Untuk jajaran staff, termasuk di dalamnya asisten, manager, dan para pekerja atas yang tergolong staff, ada tunjangan-tunjangan khusus misalnya disediakan pembantu rumah tangga, gaji diatas rata-rata bisa dibilang cukup besar, dan tunjangan lainnya.

Demikian sedikit info tentang pekerjaan di perkebunan sawit Kalimantan. Semoga bermanfaat dan kurang lebihnya saya mohan maaf.

Jangan lupa baca juga Kehidupan Merantau Di Kalimantan

Tips Berani Ngomong di Depan Umum

Ini adalah pengalaman saya pribadi jadi hanya berdasarkan apa yang saya rasakan.

Pada dasarnya saya adalah seorang pemalu yang paling malas dan sangat takut jika harus tampil di depan umum atau orang banyak. Baik itu lomba, berpidato, menyampaikan pendapat ataupun mengajar. Karena saya sudah pernah mencoba itu semua.

Itu dulu, namun sekarang saya sudah lumayan berani dan dapat mengontrol diri sendiri kalau saya menghadapai situasi semacam itu.

Pada dasarnya untuk berani tampil di muka umum memang bukan perkara yang mudah apalagi kalau kita belum terbiasa. Pada umumnya ada perasaan-perasaan tidak enak yang biasa muncul dan sangat mengganggu seperti malu, tidak PeDe, gemetar, merasa cemas, berkeringat dingin, bahkan sampai bergetar salah satu anggota tubuh kita dan lebih parahnya lagi ngomongnyapun suaranya terkesan gemetar.

Sungguh tidak enak bukan rasanya kalau kita menghadapi kondisi seperti itu?

Orang bilang bisa karena biasa (termasuk salah satu prinsip hidup saya, he he) mungkin berlaku juga pada kondisi seperti ini karena memang susah kalau kita tidak terbiasa ngomong dan tampil di depan umum.

Memang kalau kita sudah terbiasa akan mudah saja melakukan suatu hal karena sudah menjadi rutinitas bahkan sudah menjadi pekerjaan utama kita contoh mudah saja misalkan Guru. Untuk seorang guru mudah saja untuk tampil dan ngomong didepan umum.

Bagi yang belum terbiasa tampil di depan orang banyak, berikut tips yang harus diperhatikan.

Pertama, camkan dalam hati kalau setiap orang itu sama jadi tidak ada gunanya kalau kita merasa takut. Toh nyatanya mereka juga tidak terlalu memperhatikan kok kalau kita sedikit salah tingkah dalam berbicara misalnya.

Jadi enjoy saja, santai saja.

Kedua, kontrol atau kendalikan gerak tubuh kita, jadi kendalikan setiap anggota tubuh kita. Karena kalau orang sudah gugup biasanya secara tidak sengaja tubuhnya akan bertingkah menggambarkan kegugupan kita. Jadi tahan dan kendalikan secara penuh.

Ketiga, ini yang cukup penting yaitu kendalikan ritme nafas kita, atur nafas kita agar ritme nafasnya normal. Tidak terlalu cepat dan tidak pula terlalu pelan. Kalau terlalu pelan bisa-bisa sesak nafas, hehe. Jadi kendalikan nafas kita.

Keempat, kuasai materi yang akan kita sampaikan. Jadi jangan sampai kita sudah rileks bisa menguasai keadaan tetapi materi yang akan disampaikan kita tidak menguasai. Dan berbicaralah mengalir apa adanya dan jangan dibuat-buat karena akan terkesan kaku.

Kelima, jujurlah kepada audience kita. Jujur katakan saja gugup kalau kita memang merasa gugup. Karena dengan mengatakan yang sejujurnya seperti itu justru ke-gugupan kita akan sedikit teratasi dan kita akan menjadi lebih santai.

Demikianlah sedikit pengalam saya bagaimana cara saya mengatasi rasa gugup dan perasaan macam-macam yang mengganggu pada saat berbicara di depan umum. Silakan praktekkan dan modifikasi sesuai keadaan Anda masing-masing.

Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Tuesday, July 28, 2015

Ingin Berwirausaha, Mengapa tidak

Sejak kecil saya tidak mempunyai cita-cita ingin menjadi apa nantinya kalau sudah besar. Bahkan sampai saya menginjak bangku SMA dan kuliahpun saya belum ada gambaran jelas di otak tentang tujuan hidup saya, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan.

Keinginan saya waktu itu yang penting saya bisa bekerja, apa saja yang penting bisa kerja dan dapat duit, sukur-sukur duitnya banyak. He..he..

Akhirnya sayapun bisa bekerja sesuai harapan saya, saya pernah bekerja di beberapa perusahaan berbeda dari sekedar coba-coba sampai menjadi sebuah tuntutan kebutuhan hidup.

Bekerja memang lebih baik dari pada menjadi pengangguran walaupun tekadang merasa ada sebuah paksaan karena tidak sesuai dengan harapan bahasa kerennya adalah passion.

Tetapi setelah merenung, dipikir-pikir, menjadi karyawan memang tidak enak menurut saya. Bayangkan saja kerja dari jam tujuh pagi pulang jam empat sore belum lagi kalau lembur bisa sampai pulang malam. Tetapi dengan gaji yang sudah ditentukan kisaran UMR/UMK. Jadi sekeras apapun kerja kita, bayarannya sudah dipatok sebatas itu. Huff...

Jadi waktu kita hanya habis di tempat kerja/kantor dan sedikit waktu yang dihabiskan dengan keluarga. Satu minggu liburnya hanya satu hari belum lagi kalau ada lembur.

Jadi bisa dikatakan waktu kita terikat. Belum lagi kalau bosnya tidak sesuai dengan hati kita, penuh dengan tekanan dan lebih menyebalkan lagi kalau dimarahi, ini salah, itu juga salah. Sebenarnya apa si yang diinginkan atasan?. Huff... lagi.

Dan masih banyak lagi hal-hal yang tidak mengenakkan menurut saya.

Itulah beberapa alasan yang membuat saya terinspirasi :) dan membuat saya ingin menjadi pengusaha tepatnya berwirausaha.

Bayangkan saja, waktu kita fleksible karena kita sendirilah yang mengatur waktunya. Mau masuk atau mau libur sesuai dengan kebutuhan. Tapi jangan libur terus nanti kapan majunya. Bisa menghabiskan waktu lebih untuk keluarga dan orang-orang dtersayang tentunya.

Tidak ada yang mengatur dan memarahi kita karena kitalah atasannya. Masa jeruk minum jeruk bos marahin bos. Kita juga mempunyai tanggung jawab penuh atas usha kita. Berbeda kalau saya jadi karyawan kadang ada perasaan yang penting kerja dapat duit, perusahaan mau maju atau tidak masa bodoh.

Untuk masalah uang, tentunya hitungannya bisa dapat gaji melebihi kerja kantoran kalau sudah berjalan dan sudah berkembang.

Demikianlah beberapa alasan yang mendasari mengapa saya saat ini mempunyai keinginan kuat untuk menjadi seorang pengusaha, apapun jenis usahanya bisa apa saja yang penting halal dan tidak merugikan orang lain.

Buat apa kita berebut dan bersaing untuk mencari pekerjaan (menjadi karyawan -red) yang jumlah pesaingnya semakin tahun semakin banyak? Kenapa kita tidak menciptakan lapangan kerja itu sendiri? Dan bukannya tidak mungkin kalau nantiny kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka yang membutuhkan.

Tulisan ini hanyalah fiksi curahan hati jadi mohon dimaafkan apabila ada satu, dua, tiga patah kata yang kurang berkenan. Semoga bermanfaat.

Monday, July 27, 2015

Ini Dia 4 Ciri Artikel yang Enak Dibaca Menurut Saya

Halo teman sekalian...

Salah satu ciri artikel yang menarik untuk dicaca adalah isinya. Namun ada beberapa hal lain yang mempengaruhi enak tidaknya sebuah artikel untuk dibaca, sebagai seorang pembaca saya akan menuliskan 4 kriteria suatu artikel enak untuk dibaca menurut pengalaman saya sendiri.

Pertama, artikelnya tidak terlalu panjang jadi hanya terdiri dari beberapa paragraf saja. Namun apabila suatu artikel memang memerlukan uraian cukup panjang, maka lebih nyaman jika di potong dan diberi judul baru misalnya part 2, part 3, dan seterusnya.

Kedua, jumlah kalimat dalam satu paragraf tidak terlalu banyak. Jadi paragrafnya tidak panjang hanya terdiri dari tiga sampai empat kalimat. Apabila memang sebuah paragraf harus panjang maka lebih enak jika di potong menjadi paragraf tersendiri dan tidak terlalu panjang.

Ketiga, jenis huruf dan ukuran hurufnya tidak terlau kecil. Jadi seolah memanjakan mata untuk hanyut dalam mambaca dan tidak membosankan.

Keempat, penggunaan bahasa santai tidak terlalu formal tetapi mudah untuk dicerna. Bahkan saya sendiri sering lebih menikmati sebuah bacaan yang lebih bersifat personal atau ada unsur pengalaman dari si penulis itu sendiri.

Itulah bebrapa ciri suatu artikel yang menurut saya enak ketika saya membacanya. Semoga bermanfaat.






Sunday, July 26, 2015

Kehidupan Merantau di Kalimantan

Kalimantan merupakan salah satu pulau tujuan untuk merantau mencari penghidupan. Jadi di sana terdapat kaum pendatang, dari orang sumatra, jawa, flores dll.

Pekerjaan di Kalimantan umumnya berkaitan dengan dunia sawit karena di sana terkenal dengan sawitnya. Banyak macam pekerjaan yang berkaitan di sawit baik dari tingkat paling bawah sebagai pemanen yang bekerja di lahan sampai pejabat atas sekelas manager yang kerjanya di kantor.

Kali ini saya tidak akan membahas detail mengenai pekerjaan apa saja yang ada di dunia sawit di Kalimantan, insyaallah akan saya uraikan lain waktu. Tetapi disini saya akan sedikit mengulas tentang kehidupan di Kalimantan secara umum.

Sawit Kalimantan bisanya di kelola oleh perusahaan profesional jadi pengelolaannya dikelola secara maksimal termasuk perlakuannya terhadap para karyawan.

Karena kebanyakan para pekerjanya adalah para pendatang maka otomatis untuk rumah sudah di sediakan oleh perusahaan. Biasanya untuk satu KK / keluarga trdiri dari suami, istri dan anak akan menempati satu rumah. Untuk lajang atau status masih single maka akan digabungkan dengan lajang juga.

Rumahnya biasanya satu rumah besar dibagi menjadi dua rumah berdempetan untuk ditempati dua KK. Bentuk rumah secaraq fisik untuk model lama masih semi permanen, yaitu setengahnya yang bawah tembok dan setengahnya yang atas berupa kayu. Untuk rumah model baru sudah permanen semua.
perumahan-di-kalimantan
Perumahan Kalimantan

Untuk listrik biasanya jadwal nyalanya dari jam 17.00 sampai jam 05.00 (jam lima sore sampai jam lima pagi) untuk siang lampu mati, kecuali hari libur. Untuk hari libur biasanya siangnya jam 09.00 sampai jam 14.00 listrik nyala. Untuk perumahan staff dan perumahan para pekerja pabrik listriknya full 24 jam non stop kecuali ada gangguan tentunya. Untuk fasilitas umum juga mendapat jatah listrik 24 jam seperti kantor, masjid, sekolahan, pabrik dll.

Untuk air sudah disediakan juga oleh perusahaan biasanya dari pengelolaan danau buatan yang di alirkan ke perumahan. Jadwal dialirkan biasanya pada sore hari dari jam 14.00 sampai maghrib. Karena dari danau maka airnya tidak sejernih mata air. Tetapi untuk perumahan para pekerja pabrik, staff, dan masjid airnya sudah diproses sehingga airnya jernih.

Selain fasilitas-fasilitas tersebut juga biasanya ada jatah makanan pokok berupa beras setiap bulannya untuk takarannya saya lupa tapi sangat cukup untuk konsumsi satu bulan.

Untuk besaran gaji sesuai dengan umr Kalimantan untuk kalteng sendiri saat ini umr-nya sekitar Rp 2.100.000,-. Selain dari gaji pokok biasanya ada gaji tambahan berupa premi dan besarnya berfariasi tergantung jenis pekerjaannya dan usia lama kerjanya.

Agar lebih sukses lagi bagi Anda yang kreatif banyak peluang usaha sampingan di Kalimantan seperti warung karena disana sangat prospek untuk usaha. Untuk ukuran sukses tidaknya sangat relatif tergantung dari sudut pandang kita memandang. Namun tidak jarang para perantau yang hidup cukup lama di Kalimantan dan sampai pensiun dan beranak pinak.

Sekian info mengenai sekilas kehidupan perantau di Kalimantan. Untuk info lainnya insyaallah disambung lain waktu. Semoga bermanfaat.