Wednesday, December 30, 2015

Macam Pekerjaan Kantoran di Sawit Kalimantan

Mumpung masih di Kalimantan saya akan berbagi sedikit tentang jenis-jenis pekerjaan yang ada di perkebunan sawit Kalimantan.

Untuk jenis pekerjaan secara umum yang ada di perkebunan sawit sudah saya jelaskan pada artikel sebelumnya dan kali ini saya akan bahas yang kaitannya dengan kantor.

Untuk kantor biasanya ada dua macam kantor. Yang pertama adalah Kantor Besar dan yang kedua adalah Kantor Divisi.

Kantor Divisi

Kantor Divisi adalah kantor untuk basis para pekerja langsung (pekerjaan yang berhadapan langsung dengan lapangan) misalnya para pemanen, krani panen, mandor panen, mandor perawatan, krani divisi dan asisten.

Kantor divisi ini biasanya ramai pada pagi hari saat berkumpulnya para pekerja untuk apel pagi. Jadi sebelum bekerja, biasanya diadakan apel setiap pagi untuk pengarahan dan evaluasi. Dan yang bertugas mengurus laporan kantor divisi adalah krani divisi.

Kantor Besar

Kantor besar adalah induk dari beberapa kantor divisi. Jadi biasanya dalam satu estate terdapat satu kantor besar dan beberapa kantor divisi biasanya terdapat 3-5 divisi. Pekerja yang ada di kantor besar adalah pekerja tidak langsung (pekerja yang tidak terjun langsung di lapangan). Pekerjaan yang terdapat di kantor besar adalah kaitannya dengan administrasi berupa data dan laporan.

Bagi Anda yang ingin kerja di kantor besar, simak terus. Hehe

Ok lanjut. Pekerjaan yang biasa dikerjakan di kantor besar ini adalah semua laporan yang berkaitan dengan dunia sawit.

Para pekerja yang bekerja di kantor besar antara lain:
- Manager Kebun
- KTU/Kasie
- Senior Asisten
- Asisten Manager
- Admin Tanaman
- Pembukuan
- Pembelian
- Kasir
- Personalia

Demikian sedikit info yang saya ketahui tentang pekerjaan di kantor perkebunan sawait Kalimantan dan semoga bermanfaat.

Thursday, December 24, 2015

Kendala Menulis

Menurut sebagian orang menulis mungkin hal yang mudah. Terutama bagi yang terbiasa dan yang hobi menulis. Bahkan menulis bisa menjadi hal yang mengasyikan. Jadi tidak lagi merasa berat apalagi sebagai beban.

Namun bagi yang masih belajar seperti saya, menulis memang terasa sulit. Sulit mencari ide, kemudian setelah ide sudah ditangan tinggal kesulitan untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan. Belum lagi adanya perasaan kurang percaya diri dengan tulisannya. Apakah tulisan saya layak dibaca orang lain? Dan kendala lainnya. Mungkin pengalaman Anda bisa berbeda dengan saya.

Walaupun demikian jangan sampai kendala tersebut menyurutkan semangat kita. Teruslah lakukan apa yang menjadi tujuan Anda. Saya yakin tidak ada hal yang tak mungkin asalkan kita mempunyai kemauan yang keras. Bisa karena biasa.

Maka langkah yang paling mungkin untuk kita lakukan adalah menulis. Menulislah apa saja yang ingin kita tulis. Tulislah apa saja yang ada di kepala. Tulislah pengalaman yang kita alami. Dan janganlah beranggapan kalau tulisan kita jelek.

Karena memang senenarnya menulis itu simpel. Tulislah apa saja yang ingin ditulis.

Demikian semoga saya bisa menjadi orang yang tidak mudah menyerah demikian juga Anda.

Saturday, November 28, 2015

Main ke Rumah Seorang Blogger

Bingung rasanya mau menulis tentang apa dan menulis apa. Padahal inginnya menjadi seorang full time blogger tetapi menulis artikel saja seolah kehabisan ide. Rasanya seperti kehabisan ide menulis. Mungkin karena belum terbiasa menulis sehingga menulis terasa susah.

Kalau melihat orang lain yang sudah lebih dulu menekuni dunia online rasanya saya jauh sekali dari mereka dalam hal semangat, antusias, dan visi misinya. Kalau saya melihat teman saya yang sudah duluan menekuni dunia blogging dan semacamnya, saya melihat mereka benar-benar fokus, tidak kenal lelah dan sepertinya mereka tidak bosan-bosan melakukan hal yang harus dilakukan dan mereka merasa yakin akan hasil yang akan mereka dapatkan.

Kebetulan saya mempunyai dua orang teman dan mereka adalah seorang blogger. Yang satu adalah seorang blogger dan yang satu lagi adalah seorang penulis konten, jasa hosting dan maintanance website atau blog. Sekilas ketika saya bermain ke rumahnya saya melihat aktifitas online-nya memang layaknya sebuah pekerjaan. Menguasai di bidangnya, mempunyai target yang jelas, dateline yang harus segera diselesaikan, dan mempromosikan jasanya. Dan semuanya dilakukan di rumah saja. Kapan saya bisa seperti itu ucap saya dalam hati. Jadi mereka benar-benar menjadikan aktifitas online sebagai pekrjaan. Kalau saya hanya baru sebatas merasa bangga menjadi seorang blogger, tetapi dari hasil bisa dikatakan nol, belum ada hasil.

Ingin rasanya mempunyai hobi yang bisa sekaligus dijadikan profesi alias pekerjaan. Saya membayangkan sepertinya asik sekali kalau bekerja sesuai dengan hobi. Bekerja tidak merasa bosan, menikmati pekerjaan, melakukan yang disukai dan dibayar.

Demikian sekilas coretan saya karena sedang tidak ada ide menulis jadi saya hanya menuliskan saja apa yang sedang saya pikirkan. Semoga ini menjadi pemacu saya untuk terus semangat ngeblog.

Monday, November 23, 2015

Inilah Rasanya Mempunyai Pekerjaan Baru

Bekerja memang sebuah perjuangan, dan yang namanya perjuangan biasanya tidak mudah untuk dilakukan. Ketika belum mendapatkan pekerjaan maka perjuangannya adalah mencari pekerjaan. Setelah mendapatkan pekerjaan, perjuangannya adalah menjalaninya ketika pekerjaan itu tidak sesuai dengan yang diharapkan baik itu gajinya, pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahlian dan yang lainnya. Itulah perjuangan.

Saya sendiri pernah merasakan bagaimana susahnya mendapatkan pekerjaan. Setelah dapat pekerjaanpun terkadang terpaksa untuk dijalani.

Kali ini saya akan berbagi bagaimana rasanya berada di lingkungan kerja yang baru.

Berada pada lingkungan kerja yang baru memang butuh proses penyesuaian agar kita bisa merasa terbiasa dan paham akan rutinitas yang ada di lingkungan kerja yang baru. Pertamanya saya merasa canggung karena bersosialisasi dengan teman baru, atasan baru jadi saya merasa serba salah dan seperti culun. Bagaimana tidak, mau berkenalan malu, ikut kumpul bersama mereka juga malu jadi serba salah rasanya.

Mengenai pekerjaan, karena pekerjaan baru maka sayapun belum tahu mengenai apa yang harus saya kerjakan. Mau mengerjakan bagimana lah wong pekerjaannya apa juga tidak tau. Grogi rasanya, akhirnya liat aja dulu belajar dulu sama yang sudah terbiasa bekerja di situ.

Suasana seperti ini berlangsung cukup lama. Untuk menyesuaikan dengan lingkungan mungkin bisa satu minggu namun untuk bisa mengerjakan pekerjaannya paling tidak dua sampai tiga bulan bisa dipercaya untuk melakukan tugas sendiri. Jadi selama masa penyesuaian itu ketika kerja inginnya cepat pulang.

Sekian curhatan saya mengenai pengalaman bekerja di lingkungan yang baru.

Friday, November 20, 2015

Perjuangan Bekerja di Kalimantan

Benar apa yang dikatakan oleh orang bahwa hidup adalah perjuangan. Perjuangan memang gampang diucapkan tapi sulit untuk dikerjakan. Salah satunya adalah perjuangan mencari dan mendapatkan pekerjaan. Dijaman sekarang ini mencari pekerjaan memang tidak mudah dan saya sudah mengalami bagaimana susahnya mendapatkan pekerjaan. Beruntunglah bagi Anda yang sudah mendapatkan pekerjaan, nikmati dan syukurilah.

Perjalanan saya cukup panjang bisa diterima kerja di kantor di perusahaan perkebunan sawit Kalimantan.

Dimulai saat saya masih di Jawa Tengah dan karena terdorong oleh keadaan ekonomi yang masih serba pas-pasan sementara standar gaji bagi golongan karyawan setingkat buruh seperti saya memang tergolong minim hanya cukup untuk beli jajan. Kalau masih lajang atau masih hidup sendiri mungkin tidak terlalu dipikirkan yang penting bisa kerja. Tapi kalau sudah berkeluarga penghasilan sebesar itu memang tidak mencukupi apalagi semakin hari tanggungan dan kebutuhan hidup semakin besar saja. Akhirnya karena dorongan istri saya, sayapun memutuskan untuk merantau ke Kalimantan.

Setelah saya mencari-cari info tetangga, teman ataupun kenalan yang sudah bekerja di Kalimantan akhirnya sayapun bisa berangkat juga. Kebetulan karena waktu itu ada teman yang kebetulan sedang pulang kampung dan kesempatan untuk saya ikut. Saya masih ingat waktu itu karena saya belum ada uang untuk biaya transport ke Kalimantan akhirnya istri sayapun merelakan menjual perhiasannya dan juga sebagian tabungannya untuk saya pakai. Berat memang rasanya harus meninggalkan keluarga dan istri di kampung halaman, apalagi waktu itu anak saya masih bayi umurnya sekitar 7 bulan. Tapi apa daya itu semua saya lakukan  demi mereka.

Setelah tiba di Tanah perantauan Kalimantan

Setelah sampai di Kalimantan ternyata tidak semudah seperti yang saya bayangkan karena perjuangan pun dimulai lagi. Karena peluang kerja sulit, maka mencari kerjaan yang sesuai dengan keahlian saya masih susah dan terpaksa saya harus bekerja seadanya yaitu kerja panen sawit. Saya alami sendiri kalau memanen sawit itu susah dan beresiko, apalagi sebelumnya saya belum pernah yang namanya kerja fisik ditambah lagi badan saya memang kurus.

Karena saya tidak pandai kerja panen maka setelah tiga bulan saya pun diberhentikan. Jadi saya nganggur lagi. Karena hidup harus terus berjalan maka saya pun harus bekerja seadanya yaitu sebagai BHL, setau saya BHL adalah buruh harian lepas jadi kerja sistem borongan dan tidak terikat langsung dengan perusahaan, dari segi jaminanpun hampir dipastikan tidak ada. Waktu itu saya kerja sebagai pemupuk. Tugasnya adalah menabur pupuk di setiap pohon sawit biasanya berkelompok dan pelaksanaanya adalah membawa ember yang di beri gantungan dan dikalungkan ke punggung dan dibawa untuk ditaburkan ke pokok/pohon sawit. Kerja memang tidak mudah.

Saya kerja mupuk sekitar 3 bulanan kalau tidak salah, sambil saya tetap kerja saya juga mencari-cari info lowongan kerja dan saya juga sudah mengajukan beberapa surat lamaran di beberapa perkebunan sawit dan juga pabrik pengolahan sawit.

Singkat cerita akhirnya waktu itu saya diberi info kalau dibagian kantor dibutuhkan satu tenaga yang diharuskan bisa komputer. Saya mendapatkan info dari orang yang kebetulan tinggal serumah dengan saya karena di Kalimantan saya masih ikut tinggal serumah dengan beliau orang yang berjasa dalam perjalanan saya.

Setelah mengajukan lamaran dan kebetulan langsung interview akhirnya setelah beberapa lama saya dipanggil juga untuk interview kedua dan akhirnya saya diterima bekerja di sana.

Demikian dulu sedikit pengalaman saya mencari pekerjaan di Kalimantan. Semoga saya bisa berlanjut menuliskan ceritanya di kesempatan lain. Sekian dan semoga bermanfaat.